Kakek tua (Dia tidak membiarkan ku mati) -Creepypasta-




MY CREEPYPASTA STORY

Siapa sangka kau akan mendapatkan kejadian menyeramkan bahkan saat kau sedang berada di keramaian, yang lebih buruknya lagi adalah kejadian itu menghancurkan seluruh hidupmu tanpa menyisakan kebahagiaan sedikitpun.
Semua dimulai dari pagimu yang biasa saja, kau berjalan menuju ke sekolahmu, sedikit tergesa-gesa mengingat kau sedang dikejar waktu. Kau terus berlari, penuh dengan kepanikan, sesekali melirik jam milikmu, sambil mengutuki dirimu. Sampai kau melihat seorang kakek tua yang terbatuk-batuk menghentikan jalanmu.
"Permisi, Nona bisakah aku mendapatkan koin?"
Kau heran mendengar kalimat itu, kau mencoba untuk melanjutkan langkahmu namun rasanya kakimu benar-benar lengket dengan bumi, "Maaf kek aku sedang terburu-buru," kau masih berusaha berlalu namun wajah kakek yang lusuh itu menahanmu, "Permisi, Nona bisakah aku mendapatkan koin?" Kau memandang kakek tua itu, mengingat dia tidak mempedulikan orang-orang lain selain dirimu, "Apa aku masih kurang sopan untuk mendapatkan sebuah koin?" Kau mengalah, dengan kasar kau merogoh kantungmu, memberikan beberapa koin untuknya, berharap masalahmu akan selesai dengan pria tua itu. "SIAL!" Sayangnya uangmu berjatuhan, dan terlihat satu koin jatuh sehingga kau membiarkan pria itu mengambilnya sendiri, "Itu dia, ambil saja semua uang itu kek, aku sedang buru-buru" kau sebenarnya takut dengan kakek itu, ketakutanmu bertambah ketika kakek itu menyebut namamu dengan amarah "Reyna Alicia Thamfort, apa kau tidak mau mengambilnya untukku? Kau yakin tidak akan menyesal? Apakah kau masih sayang pada dirimu yang sombong itu? Segera ambilah uang ini dan berikan padaku!" Kau berbalik terkejut melihat wajahnya yang penuh amarah itu, mungkin dia merasa tidak dihargai, namun bahkan setelah jarakmu sudah lumayan jauh masih terlihat pandangannya masih terpusat pada dirimu, bagaimana dia tau namamu? Atau mungkin dia melihat namamu di baju seragammu? baiklah kau mencoba melupakannya.
***
Hari ini kau mendapatkan nilai A di semua pelajaran, kau sangat senang membayangkan bagaimana ekspresi orang tuamu yang selalu bangga padamu. Kau berjalan pulang menyusuri jalan biasa, namun kau merasa aneh, kau berada di keramaian namun kau merasa benar-benar sendirian, kau tidak pernah merasa berpindah dari tempat kau berjalan, sampai kau mendengar suara batuk seorang kakek tua. Kau mencoba menoleh ke belakang dan benar saja, kakek tua yang kau jumpai pagi tadi sedang mengikutimu, dengan langkahnya yang lunglai, kau bertanya-tanya apa yang terjadi, semua ini adalah ketakutan terburuk dalam hidupmu. 
Namun kau yakin kakek itu tidak mampu menyamai langkahmu, lihat dia sudah jauh. Namun setelah kau menoleh kembali ke belakang, JARAKNYA BENAR-BENAR DEKAT namun kali ini ada yang berbeda, wajah kakek itu terlihat membusuk, dengan tatapan kebencian yang masih terlihat. Kau terus menyusuri jalan, namun kau serasa sudah berjalan berhari-hari dan tidak sampai ke rumahmu, kau serasa MENGEJAR HIDUP, kau menangis, terus menatap ke belakang agar jaraknya semakin menjauh, setelah dirasa sudah cukup jauh, kau mencoba menoleh ke belakang, kali ini semua menjadi semakin buruk, terlihat kakek itu mengesot dengan kaki yang penuh dengan luka dan mulut yang terbuka lebar, suaranya seperti seorang yang sedang merintih, ketakutanmu memuncak ketika ia berkata "Kau tidak akan melihat mereka lagi... untuk apa kembali pulang, hoaaaaak uwleee" dia batuk menimbulkan buncahan darah sambil memuntahi segala isi perutnya, kau beralari terus namun satu meter serasa satu kilometer, satu detik serasa 1 hari, kau menangis berlari kakek itu mengesot dengan kecepatan tak terduga. Kau semakin takut ketika kau tau air matamu berubah menjadi darah, kakek itu masih memuntahkan cairan menjijikan dan kumpulan organ dalam, sambil membawa dirinya untuk mengejarmu, bahkan dia mampu menyamai langkahmu walau hanya mengesot menggunakan kedua tangannya. Semua orang seolah-olah tidak melihatmu dan mulutmu tidak mampu berucap apapun.
Penderitaanmu serasa berakhir ketika melihat rumahmu berada tepat di depan matamu, kau serasa pergi bertahun-tahun dari luar kota. Kau masuk mengunci rumah, namun itu bukanlah hal yang baik ketika kau melihat keadaan orang tuamu dengan segala luka yang telah membusuk sedang memegang fotomu. Kau menoleh ke belakang dan kakek itu sudah ada di belakangmu.
Kini kau berada di tempat yang asing sendirian, terisolasi dari kehidupan sosial. Kau merasa tidak pernah hidup tenang, bahkan di tempat sekosong ini, seorang perawat masuk, kau sangat takut melihatnya bagaimana tidak, saat perawat itu datang ke kamarmu membawa makanan atau obat, kepalanya akan berputar memuntahkan isi perutnya dan berubah menjadi kakek tua kepar*t itu. Kau membunuhnya mencabik-cabik perutnya, namun kau masih terus disalahkan, padahal kau bermaksud untuk menghilangkan kakek itu. Namun kenyataannya dia masih berada di pojok ruangan menatapnmu dengan tajam, merintih, berteriak, tertawa, dan menangis. Hal yang paling menyebalkan selalu diucapkan oleh kakek itu berulang-ulang, "Koin ke 7 koin ke 7 koin ke 7..." sambil memegang koin yang kau berikan padanya.
Dia tidak pernah membiarkan kau mati bahkan disaat kau mencoba untuk melakukannya sendiri...

Repost By GROUP CREEPYPASTANIA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »